Olein Description | BBJ

Disscusion Forum |  Member's Area    Indonesia Version English Version

Description

  • Home
  • About Us
    • Foreword
    • History
    • Profile
    • Organization
    • Founders
    • JAFeTS
  • Products
    • Gold
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
    • Olein
      • Specification
      • Description
      • Delivery Points
    • Rolling Gold
    • Rolling Gold Index
      • Specification
      • Description
    • KGEUSD
      • Specification
      • Description
    • Organized CPO Auction
  • Prices & Data
    • Historical Price
    • Settlement Prices
    • Live Price
  • News
    • Agenda & Event
    • Press Release
    • Related News
  • Members
    • How To Join
    • Member List - Brokers
    • Member List - Traders
    • Member List - Black List
    • Submit Report
  • Resources & Community
    • Glossary
    • Photo Gallery
    • FAQ
    • Trading Manual
    • Articles
    • Links
    • Forums
  • Contact Us
Home  >>  Products  >>  Olein  >>  Description

 

DESKRIPSI PRODUK OLEIN


Transaksi kontrak berjangka Olein (OLE) tentunya tidak bisa terlepas dari perkembangan & transaksi pasar fisik Olein, oleh karena itu pelaku pasar khususnya non-pelaku pasar fisik olein perlu mengetahui berbagai informasi tentang underlying produknya.

Olein adalah minyak goreng yang dihasilkan dari pengolahan CPO (Crude Palm Oil), sementara itu CPO berasal dari proses pemerasan buah kelapa sawit.

Sebelum mengulas lebih jauh tentang minyak sawit (CPO & Olein), terlebih dulu kita perlu mengenal apa dan bagaimana tanaman kelapa sawit.

 

TANAMAN KELAPA SAWIT

 

UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT

 

Secara umum, umur tanaman Kelapa Sawit berkisar antara 20 - 25 tahun. Pada tiga tahun pertama disebut sebagai kelapa sawit muda, hal ini dikarenakan kelapa sawit tersebut belum menghasilkan buah. Kelapa sawit mulai berbuah pada usia empat sampai enam tahun.

Dan pada usia tujuh sampai sepuluh tahun disebut sebagi periode matang (the mature periode), dimana pada periode tersebut mulai menghasilkan buah tandan segar (Fresh Fruit Bunch). Tanaman kelapa sawit pada usia sebelas sampai dua puluh tahun mulai mengalami penurunan produksi buah tandan segar. Dan terkadang pada usia 20-25 tahun tanaman kelapa sawit mati.

 

PRODUKTIFITAS TANAMAN KELAPA SAWIT

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas tanaman kelapa sawit, namun untuk tujuan analisa harga maka faktor yang cukup signifikan adalah cuaca / musim.

Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kelapa sawit adalah 2000 mm hingga 2500 mm pertahun, merata sepanjang tahun tanpah bulan kemarau panjang. Kelebihan dan kekurangan curah hujan sangat berpengaruh terhadap produktifitas tanaman.

Kemarau panjang dengan Water Defisit tertentu (Stadia) akan mempengaruhi produksi tanaman pada kurun waktu 1 tahun (semester II) hingga 2 dan 3 tahun mendatang. Secara sederhana skala pengaruh musim kemarau terhadap produktifitas adalah sebagai berikut:

 

Skala

Water Difisit

Kurun Waktu

Kemungkinan Penurunan Produksi

Stadia I

200-300 mm

1 hingga 3 tahun

Tidak berpengaruh

 

 

1 tahun mendatang

10 % hingga 20 %

Stadia II

300-400 mm

2 tahun mendatang

0 % hingga 10 %

 

 

3 tahun mendatang

0 %

 

 

1 tahun mendatang

20 % hingga 40 %

Stadia III

400-500 mm

2 tahun mendatang

10 % hingga 20 %

 

 

3 tahun mendatang

0 % hingga 10 %

 

 

1 tahun mendatang

40 % hingga 50 %

Stadia IV

> 500 mm

2 tahun mendatang

20 % hingga 40 %

 

 

3 tahun mendatang

10 % hingga 20 %

Sumber : Pusat penelitian kelapa sawit Merihat, Medan, diolah.

 

NILAI EKONOMIS TANAMAN KELAPA SAWIT

Tanaman Kelapa Sawit merupakan tanaman yang sangat bernilai ekonomis, dimana hampir semua komponen buah sawit dapat dimanfaatkan secara maksimal. Buah sawit memiliki daging dan biji sawit (kernel), dimana daging sawit dapat diolah menjadi CPO (crude palm oil) sedangkan buah sawit diolah menjadi PK (kernel palm). Ekstraksi CPO rata-rata 20 % sedangkan PK 2.5%. Sementara itu cangkang biji sawit dapat dipergunakan sebagai bahan bakar ketel uap (Boiler).

redplamoil

 

PROSES PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT

 

PENGOLAHAN BUAH KELAPA SAWIT

Proses pengolahan buah kelapa / Tandan Buah Segar (TBS) sawit untuk menghasilkan Minyak sawit, dapat dilakukan dengan cara modern maupun secara konvensional. Pada tahap awal proses pengolahan yaitu proses pemerasan (pengempaan) daging buah kelapa sawit akan dihasilkan Minyak Sawit Mentah / Kasar yang populer dikenal dengan nama Crude Palm Oil (CPO).

Melalui Proses pengolahan lebih lanjut yaitu proses frakasinasi akan dihasilkan 2 macam produk :

1. Stearin

Merupakan fraksi padat dari minyak kelapa sawit.

2. Olein

Yaitu bagian dari minyak kelapa sawit yang merupakan fraksi Cair.

Melalui proses refinasi (refining) dengan cara melakukan bleacing & Deodorizing maka akan dihasilkan olein murni yang disebut RDB Olein dan RDB Stearin. RBD Olein merupakan bahan baku utama dalam pembuatan pembuatan minyak goreng, sedangkan RBD Stearin terutama dipergunakan untuk margarin dan shortening, disamping untuk bahan baku industri sabun dan deterjen.

 

PENGOLAHAN BIJI BUAH KELAPA SAWIT

Sementara itu, pengolahan biji dari buah kelapa sawit akan menghasilkan minyak yang disebut Minyak Inti Sawit atau Palm Kernel Oil (PKO).

Proses Olein

Gambar 1. Skema Proses Pengolahan Minyak Olein

Pemisahan CPO dan PK dapat menghasilkan oleokimia dasar yang terdiri dari asam lemak dan gliserol. Secara keseluruhan proses penyulingan minyak sawit tersebut dapat menghasilkan 73% olein, 21% stearin, 5% PFAD ( Palm Fatty Acid Distillate) dan 0.5% buangan.

CPO & Olein merupakan dua dari bebrapa komoditi yang menjadi subyek kontrak berjangka, dimana kontrak berjangka tersebut dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta. Namun dalam melakukan analisa harga, maka tentunya tidak dapat lepas dari perkembangan harga komoditi utamanya yaitu Minyak Sawit Kasar (CPO) dan kelapa sawit itu sendiri serta komoditi lain yang merupakan produk substitusi, komplementer maupun produk akhir (end product) atau downstream dengan bahan baku minyak sawit.

 

 

PERKEMBANGAN PRODUKSI MINYAK SAWIT NASIONAL

Sementara itu dalam hal produksi, Indonesia sudah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia setelah produksi minyak sawit Indonesia sudah berhasil melampaui produk minyak sawit Malaysia.

Walaupun dari data menunjukkan produksi selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun diprediksi persentase peningkatan ini akan terus menurun, hal ini sebabkan makin terbatasnya lahan untuk ekspansi perusahaan perkebunan kelapa sawit.

TATANIAGA PEMASARAN MINYAK SAWIT

Pada tahun 1970-an, Minyak kelapa (Kopra) merupakan bahan baku utama pembuatan minyak goreng/masak di Indonesia. Namun seiring meningkatnya kebutuhan yang kian tidak seimbang dengan kemampuan produksi dan berkurangnya minat budidaya serta areal perkebunan, maka dominasi minyak kelapa sebagai bahan baku minyak goreng mulai digantikan oleh minyak sawit yang saat itu pruduksinya mulai meningkat disamping banyak keunggulan lain yang alami dari minyak sawit

Namun demikian meningkatnya kebutuhan minyak goreng untuk konsumsi dalam negeri pada tahun 1977-1978 telah menyebabkan terjadinya krisis bahan baku minyak goreng, hal inilah yang menjadi dasar dikeluarkannya kebijakan tataniaga minyak sawit pada 16 Desember 1978 dengan tujuan untuk memenuhi konsumsi dan menjaga stabilitas harga minyak goreng dipasaran dalam negeri.

Tataniaga Minyak Sawit ini diantaranya mengatur :

- Produksi perkebunan milik pemerintah untuk pemasaran dalam dan luar negeri harus melalui Kantor Pemasaran Bersama (PKB) Perkebunan di Jakarta

- Produksi perkebunan milik pemerintah untuk pemasaran dalam negeri harus melalui KPB Perkebunan, tetapi untuk pemasaran Luar negeri dapat dilakukan secara langsung.

- Diatur juga mengenai harga dan alokasi menurut penggunaannya.

Tataniaga Minyak Sawit ini berakhir dengan dikeluarkannya paket deregulasi tanggal 03 juni 1991 (Pakjun), diantara isi paket deregulasi ini adalah bahwa Minyak sawit bebas dijual dipasar dalam negeri maupun dipasar luar negeri tanpah adanya ketentuan mengenai harga, alokasi, izin ekspor dan lain-lainnya. Namun demikian pemerintah masih dapat melakukan kontrol melalui intrumen fiskal berupa pajak ekspor, dimana bila terjadi kekurangan stock minyak sawit didalam negeri maka pemerintah akan menaikkan pajak ekspor sehingga kemampuan ekspor akan berkurang karena berkurangnya daya saing akibat bertambahnya biaya ekspor berupa pajak tersebut.

 

DASAR-DASAR ANALISA PASAR

Kendati minyak sawit dominan diproduksi di Indonesia dan Malaysia, namun demikian harga minyak sawit bersifat global, hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya:

- Konsumen dan pasar fisik minyak sawit bersifat global

- Korelasi harga antar komoditi minyak nabati sangat kuat, khususnya soy oil sebagai substitusi terdekat

- Korelasi dengan harga minyak bumi semakin positif, terkait program bio-diesel

- Minyak Sawit ditransaksi dalam berbagai denominasi

- Penggunaan minyak sawit semakin luas dan substitusi terhadap komoditi lainnya.

 

 Dalam transaksi produk dengan underlying minyak sawit, pelaku pasar perlu melakukan analisa yang secara sederhana sbb:

- Analisa fundamental, yaitu melihat harga berbagai komoditi lain yang mempengaruhi harga minyak sawit, seperti harga minyak kedelai di bursa Chicago (CBOT), minyak bumi (NYMEX & ICE)

- Mengetahui harga pasar fisik rotherdam (CPO FOB & CIF, Olein FOB & CIF).

- Mencari informasi harga pasar fisik hari ini

- Mencari/monitor harga yang sedang berjalan (running): CPO Malayasia, Soy oil CBOT Elektronik, Crude oil NYMEC & ICE

- Mencari info kurs yang sedang berjalan (running): USD/IDR dan USD/RM

- Mencari tahu (informasi) berita/data apa yang akan direlease hari ini (ekspor, Supply & demand, dsb), bagaimana ekspektasi pasar, data sebelumnya, dsb.

- Melakukan kalkulasi (konversi) berapa kira2 perubahan harga CPO & Olein di BBJ dengan adanya perubahan harga CPO Maylasia dan kurs.

- Memperkirakan spread (basis) sewajarnya anta harga fisik, dan anar bulan kontrak serta antar produk (CPO vs Olein, Minyak sawit vs Olein, serta perkembangan spread harga produk turunan Minyak sawit).

- Akan lebih lengkap bila bisa diskusi dengan pelaku pasar fisik (teman, kerabat, nasabah, dsb) agar mengetahui kondisi pasar fisik sebenarnya, terkadang wlauapun harga turun dan sudah begitu rendah tetapi barang (fisik komoditi) sulit diperoleh, demikian sebaliknya. Hal ini mempengaruhi kondisi pasar (contango atau backwardation) & spread antar bulan kontrak serta spread antar produk. 

- Setelah yakin akan posisi yang akan diambil (beli atau jual), maka barulah melihat chart (technical analysis) untuk mementukan apakah mengambil posisi saat ini juga (indikator trend) & dilevel harga saat ini (indikator momentum) atau sebaiknya menunggu dulu.

 

Beberapa data yang sering menjadi fokus perhatian dan mempengaruhi ekspektasi pasar diantaranya:

- Data estimasi ekspor 5 harian Malaysia, mulai setiap tanggal 10 setiap bulan, sumber data dari 2 Surveyor: ITS & SGS

- Data Estimasi Ekspor Soy komplex Amerika: Data mingguan USDA

- Data Estimasi inspeksi mingguan ekspor Soy komplex Amerika

- Release data MPOB setiap tangal 10

- Perubahan pajak & harga patokan ekspor Indonesia

- Perubahan kebijakan Bea Masuk India

 

Untuk keperluan analisa, biasanya pelaku pasar menggunakan referensi harga-harga:

- Soy oil CBOT dan Crude oil NYMEX, sesi outcry (open auction) sebelum jam perdagangan market lokal

Link:

Soy oil CBOT: http://www.cbot.com/cbot/pub/page/0,3181,1312,00.html

- Soy oil CBOT dan Crude oil NYMEX, sesi elektronik Asia pada saat perdagangan market lokal berlangsung

Link:

Soy oil CBOT: http://www.cbot.com/cbot/pub/page/0,3181,1325,00.html

- CPO MDEX, bersamaan dengan jam perdagangan BBJ

Link:

http://www.palmoil.com/index.php?q=D1VTWls=

http://futuresource.quote.com/quotes/quotes.jsp?s=MPO-BMD&t=Future

 

- Kurs Nilai Tukar, Rupiah dan Ringgit terhadap US Dollar

Data bisa dilihat dari beberapa situs lokal, dianataranya: http://www.imq21.com/ 

 

- RBD Olein-Dalian Cina, bersamaan dengan jam perdagangan BBJ

Link: http://quote.dce.com.cn/quote_en/nowin/1024x768/index.htm

  ____________________________________________________________________________

 Semoga sukses, penulis

 

Asep Risman

 

(tulisan ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya) 

Products

  • Gold
  • Olein
  • Rolling Gold
  • Rolling Gold Index
Member login

Forgot Password?

  • Disclaimer |
  • Site Map |
  • Contact
© Copyright 1999-2008. Jakarta Futures Exchange. All Rights Reserved.