Indeks Saham JBA 25 adalah indeks saham pertama di Indonesia yang menggunakan perhitungan atas dasar harga saham bukan kapitalisasi pasar. Cara perhitungan ini sama dengan cara perhitungan yang digunakan oleh indeks-indeks terkemuka di dunia, yaitu Dow Jones Industrial Average dan Nikkei 225 Average. Alasan pertama dari penggunaan cara perhitungan ini adalah untuk mendapatkan angka indeks yang lebih tinggi, sehingga aktivitas lindung nilai akan lebih mudah dilakukan, bila kelak indeks ini diperdagangkan dalam bentuk instrumen derivatif. Sedangkan alasan lainnya adalah agar lebih mudah dipahami bagi kebanyakan investor individu yang tidak mengetahui kapitalisasi pasar suatu saham setiap saatnya. Indeks saham JBA-25 juga melakukan adjustment indeks terhadap pembayaran dividen tunai (fully reinvested approach). Dengan demikian diharapkan Indeks Saham JBA-25 dapat representatif digunakan sebagai indikator keuntungan, sehingga dapat memfasilitasi strategi pasif dalam pembentukan portfolio serta pembentukan Reksa Dana Indeks.
Indeks saham JBA 25 direvisi setiap setahun sekali pada bulan Juli dan untuk ke tujuh kalinya revisi akan diadakan pada tanggal 1 Juli 2009. Periode penilaian adalah dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2008 dengan kriteria likuiditas, harga saham, market kapitalisasi, EPS dan volatility harga saham.
Adapun komposisi Indeks Saham JBA 25 yang baru per Juni 2009 adalah sbb :
|
No. |
Emiten |
Kelompok Usaha |
% |
|
1 |
ASTRA AGRO LESTARI |
Pertanian |
16% |
|
2 |
PP LONDON SUMATERA |
Pertanian |
|
|
3 |
SAMPURNA AGRO |
Pertanian |
|
|
4 |
BISI INTERNATIONAL |
Pertanian |
|
|
5 |
ASTRA INTERNATIONAL |
Aneka Industri |
4% |
|
6 |
UNITED TRACTORS |
Perdagangan, Jasa & Investasi |
8% |
|
7 |
LAUTAN LUAS |
Perdagangan, Jasa & Investasi |
|
|
8 |
TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM |
Pertambangan |
|
|
9 |
INTERNATIONAL NICKEL INDONESIA |
Pertambangan |
|
|
10 |
ANEKA TAMBANG |
Pertambangan |
|
|
11 |
TIMAH |
Pertambangan |
|
|
12 |
MEDCO ENERGY INTERNATIONAL |
Pertambangan |
20% |
|
13 |
GUDANG GARAM |
Industri Barang Konsumsi |
12% |
|
14 |
UNILEVER INDONESIA |
Industri Barang Konsumsi |
|
|
15 |
INDOFOOD SUKSES MAKMUR |
Industri Barang Konsumsi |
|
|
16 |
TELEKOMUNIKASI INDONESIA |
Infrastruktur, utilitas & Transportasi |
12% |
|
17 |
INDOSAT |
Infrastruktur, utilitas & Transportasi |
|
|
18 |
BERLIAN LAJU TANKER |
Infrastruktur, utilitas & Transportasi |
|
|
19 |
INDOCEMENT TUNGGAL PRAKASA |
Industri Dasar & kimia |
12% |
|
20 |
SEMEN GRESIK |
Industri Dasar & kimia |
|
|
21 |
INDAH KIAT PULP & PAPER |
Industri Dasar & kimia |
|
|
22 |
BANK RAKYAT INDONESIA |
Keuangan |
16% |
|
23 |
BANK DANAMON INDONESIA |
Keuangan |
|
|
24 |
BANK MANDIRI |
Keuangan |
|
|
25 |
BANK CENTRAL ASIA |
Keuangan |
Berdasarkan komposisi indeks JBA 25 pada revisi ketujuh, kelompok usaha Pertambangan mendominasi komposisi indeks sebesar 20%, sementara kelompok usaha aneka industry hanya diwakili 1 saham yaitu PT. Astra International (4%). Kelompok usaha yang tidak terwakili dalam komposisi indeks saham JBA25 ini adalah kelompok usaha property, real estate dan konstruksi. Dengan terwakilinya hampir semua bidang usaha saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, maka indeks JBA25 dapat dikatakan sudah terdiversifikasi dengan baik.
Jakarta, 22 Juni 2009
